<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"><id>tag:keluargasakinah.blog.co.uk,2009-11-08:/</id><title>Menuju Keluarga Sakinah Mawaddah wa Rahmah</title><link rel="self" href="http://keluargasakinah.blog.co.uk/feed/atom/posts/"/><link rel="alternate" type="text/html" href="http://keluargasakinah.blog.co.uk/"/><generator version="1.0">MokoFeed</generator><updated>2009-11-08T05:52:31+01:00</updated><entry><id>tag:keluargasakinah.blog.co.uk,2007-08-03:/2007/08/03/untuk_apa_melakukannya~2748222/</id><title>Untuk Apa Melakukannya</title><link rel="alternate" type="text/html" href="http://keluargasakinah.blog.co.uk/2007/08/03/untuk_apa_melakukannya~2748222/"/><author><name>keluargasakinah</name></author><published>2007-08-03T10:07:42+02:00</published><updated>2007-08-03T10:07:42+02:00</updated><content type="html">	&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
	&lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;
Rekor-rekor dunia olah raga telah terpecahkan, rekor pelari tercepat, rekor&lt;br&gt;
renang tercepat, rekor lompat tertinggi, bahkan untuk hal-hal yang tidak masuk&lt;br&gt;
dalam cabang olahraga manapun di dunia telah memiliki orang-orang pemegang&lt;br&gt;
rekornya, ada pelahap hamburger terbanyak, ada peminum bir terbanyak, ada&lt;br&gt;
pembuat bakso terbesar, ada pembuat mie terbanyak dan sebagainya. Semua itu&lt;br&gt;
dapat dengan mudah kita dapatkan di Guinnes Book of Record, atau MURI misalnya.&lt;br&gt;
Buku atau lembaga yang mencatat orang-orang super, prestasi-prestasi luar biasa&lt;br&gt;
dan hal-hal yang tidak semua orang mampu melakukannya.&lt;/p&gt;
	&lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;
Ada seorang buta yang ikut dalam audisi penyanyi di sebuah stasiun TV, dan&lt;br&gt;
berhasil masuk dalam nominasi pemenang, karena tekadnya yang begitu besar untuk&lt;br&gt;
membuktikan bahwa dirinya mampu dan menunjukkan bahwa orang-orang lain yang&lt;br&gt;
senasib dengannya juga mampu melakukan hal-hal besar lainnya seperti dia.&lt;br&gt;
Seorang pelari marathon berhasil mengumpukan beragam medali dan piala agar ia di&lt;br&gt;
kenang di negaranya sebagai orang yang berprestasi, agar dapat membanggakan&lt;br&gt;
dirinya di hadapan anak cucu dan orang-orang sekitarnya. &lt;/p&gt;
	&lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;
Ada seorang lelaki berhasil ikut dalam ekspedisi pendakian gunung, dia berhasil&lt;br&gt;
sampai di puncaknya, apanya yang luarbiasa?, bukannya biasa saja!, hal yang&lt;br&gt;
menakjubkan bukan semata terletak pada sampainya ia ke puncak, tapi semata&lt;br&gt;
karena ia tidak mempunyai kedua kakinya, &lt;i&gt;subhanallah. &lt;/i&gt;Dia yakinkan kepada&lt;br&gt;
dunia dan semua orang bahwa ia tidak boleh berputus asa, dia tidak boleh lemah,&lt;br&gt;
dia tidak boleh berdiam tanpa arti di kamar tanpa aktivitas,…&lt;/p&gt;
	&lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;
Ada satu pertanyaan mendasar, untuk apa mereka melakukan hal-hal luar-biasa&lt;br&gt;
tersebut?, jawabannya tentu bermacam-macam seperti yang telah kita bahas tadi.&lt;br&gt;
Goal atau tujuan telah mereka capai, rata-rata mereka telah mendapatkan reward&lt;br&gt;
yang diinginkan, baik berupa uang, medali, penghargaan, atau reward yang&lt;br&gt;
berhubungan dengan non materi seperti aktualisasi diri, kepuasan batin, persaan&lt;br&gt;
luarbisa, kebanggaan, dan berjuta ephoria dalam hati 'sang pemecah rekor'.&lt;/p&gt;
	&lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;
Tujuan, goal dan hasil yang berujung pada kepuasan batin karena prestasi yang&lt;br&gt;
telah dicapai, dan penghargaan sejumlah materi yang diterima adalah hal yang&lt;br&gt;
menjadi dorongan yang kuat bagi mayoritas manusia, termasuk saya dan Anda. Kita&lt;br&gt;
terdorong untuk melakukan hal-hal besar agar dikenal manusia mempunyai prestasi,&lt;br&gt;
mempunyai kedudukan status sosial yang tinggi, manusia-manusia hebat, bukan&lt;br&gt;
manusia yang lemah tanpa arti.&lt;/p&gt;
	&lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;
Namun jika kita mau sedikit renungkan ternyata hal-hal itu sifatnya hanya&lt;br&gt;
sementara, sehari-duahari, setahun dua tahun. Kita mungkin akan dikenal oleh&lt;br&gt;
manusia karena prestasi yang telah kita lakukan atau rekor yang kita pecahkan,&lt;br&gt;
Applaus dan sambutan hangat kerap kali kita terima ketika orang lain bertemu&lt;br&gt;
dengan kita, tapi sampai berapa lamakah itu semua akan bertahan?. Apalagi jika&lt;br&gt;
ternyata ada oranglain yang mampu lebih baik dari itu atau rekor kita telah&lt;br&gt;
terpecahkan, bukankah di atas langit masih ada langit? &lt;/p&gt;
	&lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;
Di balik itu semua itu ada sebuah dorongan yang seharusnya ada dalam hati, yaitu&lt;br&gt;
dorongan terbesar dan terbaik, dorongan itu lain lain adalah bahwa kita&lt;br&gt;
melakukan itu tak lain untuk mengabdikan diri kepada "Sang Pencipta", Allah&lt;br&gt;
subhanahu wata'ala. Boleh kita mempunyai tujuan-tujuan pendek, namun jangan&lt;br&gt;
melupakan tujuan utama melakukannya.&lt;/p&gt;
	&lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;
Ketika kita misalnya, mengabdikan diri kepada masyarakat dengan amal-amal usaha&lt;br&gt;
yang membawa kepada perubahan yang baik dalam masyarakat, semata karena ibadah,&lt;br&gt;
mengharap pahala yang besar dari Allah, atau berhasil membuktikan diri sebagai&lt;br&gt;
orang yang berprestasi, mampu melakukan hal luar biasa, itu semua karena ingin&lt;br&gt;
mengabdikan diri kepada Allah.&lt;/p&gt;
	&lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;
Dorongan yang baik itu akan sangat terasa manakala upaya yang kita lakukan&lt;br&gt;
tenyata tidak mampu mencapai goal yang sebenarnya, atau ketika upaya kita itu&lt;br&gt;
gagal dan tertunda di tengah jalan. Jadi kita tidak perlu menangis ketika rekor&lt;br&gt;
kita terpecahkan oleh oranglain, kita tidak perlu bersedih manakala orang-orang&lt;br&gt;
tidak menghargai upaya kita, tidak memberikan apresiasi atas prestasi yang telah&lt;br&gt;
kita capai selama ini. Kenapa, karena kita telah memperoleh reward yang pasti&lt;br&gt;
berupa pahala dan sorga. &lt;/p&gt;
	&lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;
Kita jadi sadar bahwa tidak semua manusia senang dengan prestasi yang kita&lt;br&gt;
capai, sebagian dari mereka iri, sinis bahkan membenci, karena itulah tabiat&lt;br&gt;
manusia, kita sulit membuat semua orang bahagia dan ikut merasakan kebahagiaan&lt;br&gt;
seperti kebahagiaan kita. Tapi yang pasti selama kita memiliki niatan yang baik&lt;br&gt;
dan cara yang kita tempuh juga tidak melanggar, kika yakin akan memperoleh&lt;br&gt;
ganjaran, bahkan di awal kita melakukan suatu hal, tidak peduli apakah hal itu&lt;br&gt;
mencapai goal yang cantik atau gagal dan tertunda di tengah jalan.&lt;/p&gt;
	&lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span&gt;Yang di lihat adalah kerja kita, prosesnya bukan&lt;br&gt;
hasilnya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;
	&lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span&gt;I'lamuu, fasayarallahu a'maalakum , Berusahalah, maka&lt;br&gt;
Allah akan melihat hasil kerja kalian, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;
	&lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;
Orang-orang besar dalam sejarah manusia memiliki niatan yang baik dan tujuan&lt;br&gt;
yang baik dalam setiap aktivitasnya, mereka melakukan semata karena mengabdikan&lt;br&gt;
dirinya kepada Allah. &lt;/p&gt;
	&lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;
Kita ingat ketika Nuh 'alahis salam, seorang manusia pilihan Allah, hidup selama&lt;br&gt;
950 tahun, dia berdapah tanpa kenal lelah, sehingga ucapan yang begitu indah&lt;br&gt;
keluar dari mulutnya, ucapan semangat dan penuh keyakinan "Aku berdakwah kepada&lt;br&gt;
kaumku siang dan malam". Berarti ia telah mengerahkan segenap jiwa raganya untuk&lt;br&gt;
menunjuki manusia ke jalan Islam. Dia habiskan seluruh waktunya, total untuk&lt;br&gt;
kaumnya. Tahukah Anda berapa banyak manusia yang ikut dengannya selama itu?&lt;br&gt;
Jumlah mereka tak lebih dari 83 manusia, itupun tidak termasuk anak dan istrinya&lt;br&gt;
yang membangkang dan memilih jalan kesesatan daripada taqwa.&lt;/p&gt;
	&lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;
Muhammad Rasululah, bekerja, berdakwah, menyeru umatnya di kota Mekah selama 13&lt;br&gt;
namun hanya sedikit yang mengikuti beliau. Malah ketika ia dihadapkan pada ujian&lt;br&gt;
keyakinan, dan diberi pilihan motivasi dirinya berdakwah, apakah karena harta&lt;br&gt;
dunia, apakah kekuasaan, apakah karena wanita, dengan lantang beliau menjawab,&lt;br&gt;
"Wahai pamanku seandainya mereka mampu meletaknya matahari ditangan kananku dan&lt;br&gt;
rembulan di tangan kiriku, aku tidak akan berhenti berdakwah kepada manusia."&lt;/p&gt;
	&lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;
Rasulullah memang tidak mendapatkan goal dakwahnya di Mekah, tapi beliau&lt;br&gt;
mencapainya di Madinah, dan jauh sebelum itu beliau telah beroleh pahala dan&lt;br&gt;
sorga. Nuh 'alaihis salam memang hanya mendapatkan 83 orang, plus&lt;br&gt;
binatang-binatang berpasang-pasangan di atas kapalnya, namun ia telah&lt;br&gt;
mendapatkan goal yang sebenaranya, dia mendapat gelar kehormatan dari Allah, &lt;i&gt;&lt;br&gt;
Ulul 'Azmi, &lt;/i&gt;gelar yang hanya dimiliki oleh 5 orang Rasul diantara ribuan&lt;br&gt;
nabi-nabi, dan yang pasti ia mendapatkan sorga.&lt;/p&gt;
	&lt;p class="MsoNormal" dir="LTR"&gt;
Jadi pasang niat dan atur kembali untuk apa Anda melakukannya, segera jalankan,&lt;br&gt;
jangan berangan-rangan pada hasil, teruslah berkerja, bekerja dan bekerja, Allah&lt;br&gt;
akan melihat amal usaha kita juga orang-orang yang beriman. &lt;i&gt;Wallahu a'lam&lt;br&gt;
bish shawab, Aminuddin Imam Muhayi, Jakarta, 29 Juli 2007.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://keluargasakinah.blog.co.uk/2007/08/03/untuk_apa_melakukannya~2748222/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</content></entry></feed>
